Lalang Di Tengah Gandum

“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama…” demikianlah respon tuan pemilik kebun gandum ketika para pekerjanya “melaporkan” persoalan ilalang yang tumbuh di tengah gandum. Entah apa yang dipikirkan dan digumuli sang tuan saat itu sehingga ia “membiarkan” ilalang tetap tumbuh bersama dengan gandum. Namunyang pasti sekalipun nampak tak sejalan dengan usul para pekerja, keputusan sang tuan dirasa tepat ketika musim menuai tiba. Pada saat musim menuai, lalang dan gandum sangat mudah dibedakan daripada saatmereka masih dalam pertumbuhan. Rupanya strategi sang tuan ini berhasil, alih-alih mengalami kerugian,justru sang tuan beroleh keuntungan ganda, gandum dan ilalang sebagai bahan bakar perapiannya.

Perumpamaan Tuhan Yesus ini menegaskan akan kehidupan nyata dunia ini. Tuhan dengan segalakebaikanNya selalu menabur yang terbaik bagi dunia, namun si jahatpun juga bekerja menaburkan yangjahat. Kedua karakter, baik dan jahat itu tumbuh bersama dan “dibiarkan” bersama-sama. Demikianlah realitakehidupan saat ini, antara yang baik dan jahat terus berlomba menunjukkan existensinya. Doa yang kita naikkan seolah tak mampu mengatasi keadaan dan meredam pertumbuhan ilalang. Inilah masa “tumbuh bersama” seperti yang dikatakan sang tuan empunya ladang. Ilalang tak dicabut, ilalang tak dibasmi namun sekaligus benih gandum unggulan diperliharanya hingga masa menuai tiba, dimana semua tak akan tersembunyi. Ilalang akan bersatu dengan ilalang dan gandum bersatu dengan gandum, masing-masingditempatkan pada tempat yang sesuai keadaannya.

Saat menuai kelak, akankah kita tetap menjadi gandum yang makin baik? atau karena himpitan hidup membuat kita terhimpit dan buruk keadaan kita, laksana ilalang? sabar dan teruslah bertumbuh walau ditengah ilalang, demikian pesan sang tuan empunya gandum. Akan datang masa menuai, masa dimana segalanya tak dapat ditutupi, masa gandum akan dikumpulkan di lumbung sang tuan. Bertahanlah dan sampai jumpa di lumbung Bapa.

Pdt. Imanuel Gunawan Prasidi

*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only

gkbikl
Author: gkbikl

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia Kuala Lumpur

Leave a Reply