Beragama Dengan Akal Sehat

Kata agama bisa dirunut dari berbagai bahasa. Dalam bahasa jawa orang mengarahkan pada kata ageman yang berarti pakaian, agama menjadi sesuatu yang dipakai dalam membawa diri pada kehidupan ini, baik secara pribadi maupun bersama. Agama bisa juga berarti tidak kacau, agama diharapkan membawa hidup lebih teratur. Dalam bahasa sanskerta agama berhubungan dengan filosofi dan tata cara dalam menyembah dewa dan ritual dalam melakukannya. Dengan demikian orang yang beragama diharapkan memiliki hidup yang baik dan melakukan berbagai ritus untuk menjalaninya.

Tema beragama dengan akal sehat diangkat terkait dengan maraknya hidup beragama yang justru bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam membawa kebaikan bagi dunia. Saat ini banyak orang membenarkan diri dengan seolah melakukan ajaran agamanya namun justru membawa kerusakan dalam kehidupan bermasyarakat. Melakukan tindakan destruktif atas nama agama dan itu menunjukkan bahwa ada yang meleset dari tujuan hidup beragamanya. Orang percaya diharapkan selalu mengevaluasi diri dengan hidup beragamanya, sudahkah hidup beragamanya membawa dampak yang baik bagi diri sendiri dan masyarakat disekitarnya?

Tuhan Yesus mengarahkan murid-muridnya untuk memberi dampak baik bagi semua orang. Identitas yang diberikan pada para murid adalah sebagai garam dan terang dunia. Garam pada waktu itu merupakan barang sangat berharga dan memberi pengaruh yang baik bagi sekeliling. Ia menyedapkan rasa dan mengawetkan. Dia berfungsi saat bercampur dengan yang lainnya. Sementara terang merupakan tanda kehadiran yang membawa hal-hal baik. Terang mengalahkan kegelapan. Terang dibutuhkan supaya hidup berjalan dengan baik. Terang memberi dampak saat dia ditunjukkan pada banyak orang. Identitas ini selalu mengikuti setiap kita yang percaya kepada-Nya. Selain itu Yesus juga menekankan pentingnya melakukan ritual keagamaan yang baik. Saat banyak orang melakukan ritual dengan baik namun dampak positifnya meredup, Yesus mendorong para muridnya memiliki ritual beragama yang baik sekaligus dampak baik yang signifikan. Dalam hal inilah hidup orang percaya sungguh menjadi berkat.

Dengan melihat yang diinginkan Yesus kita bisa melihat bahwa dalam beragama dibutuhkan akal sehat. Jika hanya berhenti pada ritualnya saja maka dia tak lebih dari upacara fisik semata. Jika hanya mengamalkan nilai tanpa ritus maka agama berhenti pada konsep dan tidak bisa menjadi saksi bagi sesama. Antara nilai-nilai dan ritual perlu ada keselarasan sehingga bisa menjadi saksi yang efektif bagi sesama. Akal sehatlah yang bisa menyelaraskan keduanya dan membawa berkat bagi sesama.

Kiranya kita dimampukan melakukannya. Amin

SELAMAT HARI MINGGU TUHAN YESUS MEMBERKATI

Mico Siahaan
Author: Mico Siahaan

Leave a Reply