(Markus 10:2-16)

Istilah keluarga menurut Kamus menunjuk pada sekelompok orang yang menjalani kehidupan bersama selaku ibu dan bapak beserta anak-anaknya. Jadi istilah “berkeluarga” juga berarti “memiliki keluarga”. Oleh karena itu bisa dikatakan setiap orang ya pasti “berkeluarga”. Pembentukan keluarga pada umumnya tentu saja diawali ketika seorang lelaki dan seorang perempuan mengikatkan diri dalam ikatan pernikahan. Kemudian anggota keluarga bertambah dengan kehadiran anak atau anak-anak. Terbentuklah apa yang kita kenal dengan sebuatan “keluarga batih” atau “keluarga inti”. Apakah pernikahan menghilangkan keunikan orang-orang yang mengikatkan diri di dalam ikatan pernikahan tersebut? Tidak demikian. Suami dan istri tetap memiliki kepribadian masing-masing, tetap menjadi manusia yang unik.

Begitu juga ketika Tuhan menghadirkan anak atau anak-anak di dalam keluarga. Masing-masing juga memiliki keunikannya. Keunikan dengan sendirinya membawa perbedaan. Perbedaan di antara orang-orang yang menjalani kehidupan bersama sebagai satu kesatuan keluarga adalah sebuah keniscayaan. Tak mungkin dihilangkan. Oleh karena itu merawat kesatuan keluarga adalah sebuah upaya yang harus secara sengaja dilakukan oleh setiap dan seluruh anggota keluarga.

Utamanya bagaimana memanfaatkan aneka perbedaan yang ada sebagai kekayaan guna membangun kehidupan bersama yang makin memuliakan Allah. Kuncinya, pertama adalah kesediaan setiap dan seluruh anggota keluarga untuk menundukkan kehendak diri pada kehendak Allah. Adalah kehendak Allah bahwa suami-istri, orangtua-anak, anaksaudara hidup dalam kesatuan yang harmonis. Untuk itu, yang kedua, kita diajak untuk “terimalah satu sama lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kamu, untuk kemuliaan Allah” (Rom 15:7). Ketika Kristus menerima kita, Ia menerima kita apa adanya.

Di dalam penerimaan itulah kita bertanggung jawab untuk terus bertumbuh menjadi manusia baru yang terus menerus diperbarui. Begitulah juga sepatutnya spirit kala kita menjalani kehidupan selaku satu keluarga. Saling menerima apa adanya, lalu terus bertumbuh bersama dalam satu kesatuan.

6 Oktober 2024
Pdt. Em. Ronny Nathanael
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only

gkbikl
Author: gkbikl

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia Kuala Lumpur

Leave a Reply

Discover more from Gereja Kristen Berbahasa Indonesia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading