Yohanes 8:12-19
Bayi Yesus ibarat sebuah lampu LED besar yang dipasang di atas satu arena yang bernama dunia. Sinar lampu berukuran besar itu menyinari siapa saja atau apa saja yang berada dalam radius yang cukup luas. Barang apa saja yang ada di radius itu akan nampak jelas ; siapa saja dengan polah apa saja juga bisa dilihat dengan sangat jelas. Sinar terang itu menyatakan dengan jelas, misalnya tontonan yang bagus dan perfek, tetapi juga tidak menyembunyikan sesuatu yang salah atau keliru.
Terang pada ukuran yang tepat memfasilitasi kita untuk melakukan sesuatu yang baik agar bisa dilihat oleh orang lain. Harapannya tentu agar orang lain yang melihat secara gamblang apa yang baik itu akan dipengaruhi untuk juga meniru dan melakukannya. Gelap atau kegelapan, oleh para penulis alkitab, digunakan sebagai metafora atau kiasan untuk menggambarkan pengaruh yang tidak baik dan merusak kehidupan. Suasana gelap menjadi tempat di mana tindakan berdosa dilakukan orang.
Kegelapan ada, tetapi untuk dihindari dan disingkiri. Untuk menghindarkan orang menerima akibat buruk dari dosa maka terang itu dipancarkan kepada mereka. Diharapkan orang sadar lalu berbalik melakukan apa yang baik dan benar. Di akhir tahun sinar itu memancar menerangi dua arah secara simultan. Masa lalu, tahun 2023 dan masa depan 2024. Bayi Yesus berada persis di tengah kedua tahun tadi. Kita bisa melihat kedua tahun itu dalam PERSPEKTIF Tuhan. Apa yang sudah dilakukan Tuhan dan apa yang akan dilakukan oleh Tuhan.
31 Desember 2023
Pdt. Em. Samuel Santoso
*Untuk Kalangan Sendiri β for Non-Moslem Only
