(Lukas 2 : 14)
Meskipun sudah memasuki minggu sesudah Epifani, peristiwa natal yang kita rayakan minggu ini tetap relevan. Sebab berita Natal tidak hanya diperdengarkan pada saat 25 Desember, tetapi juga perlu diingat dan dihayati dalam minggu-minggu berikutnya. Dalam injil Lukas 2:11, Malaikat Tuhan menyampaikan berita “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Tuhan, di kota Daud.” Kalimat ‘hari ini’ menjadi berita yang dapat disampaikan berulang-ulang setiap hari, berita yang mengingatkan kita bahwa keselamatan itu terjadi terus menerus, bukan hanya kemarin.
Berita natal itu pertama-tama menyapa para gembala yang ada di padang belantara. Para gembala adalah orang-orang yang tidak terlalu dipedulikan dalam sturktur masyarakat. Mereka hanyalah pesuruh, sering dianggap kaum perusuh. Hidup yang keras dan tegang di padang belantara membuat mereka menjadi pribadi yang keras. Mereka jauh dari pusat ibadah, orang tentu akan memandang mereka sebagai kaum yang tidak beriman. Tetapi justru berita Natal disampaikan pada mereka yang sering dianggap tidak berkenan. Bagi Allah mereka justru diperkenankan untuk menjumpai Tuhan.
Inilah anugerah yang menyapa mereka. Berita Natal menjadi berita pengharapan bahwa Allah tidak melupakan ciptaan-Nya. Allah datang untuk merengkuh kita agar diperkenankan. Ia mengingat dan mau menyelamatkan kita. Palungan itu kelak akan menjadi salib, dari kayu yang rapuh, justru terletak kekuatan cinta yang membawa damai sejahtera. Dari palungan, kita disapa oleh rahmat cinta Allah yang menyertai kita. Dari Salib, kita direngkuh dan ditebus dari segala dosa. Cinta-Nya membawa kita pada kemuliaan Allah dan mengalami damai sejahtera-Nya. Kiranya Natal tidak hanya berhenti pada perayaan ritual, tetapi sungguh menjadi berita yang mengubahkan hidup kita, seperti gembala yang kembali dalam hidup mereka bukan dengan hati yang muram melainkan dengan hati yang bersukacita.
14 Januari 2024
Pdt. Daniel Kristanto Gunawan
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only
