Lukas 4: 21 – 30
Entah bagaimana dalam suatu komunitas ada kecenderungan negatif untuk mengabaikan anggotanya sendiri. Komunitas tidak bersikap apresiatif apalagi suportif terhadap anggotanya yang berprestasi. Sebaliknya komunitas meragukan, atau bahkan mencela dan mencari-cari kelemahan anggotanya. Selain membuat anggotanya menjadi kecil hati dan mengalami kesulitan untuk berkembang menjadi makin berprestasi lagi, sesungguhnya sikap negatif seperti itu juga merugikan komunitas itu sendiri. Mereka kehilangan kesempatan untuk mendapat manfaat, keuntungan, atau advantage dari prestasi yang dimiliki anggota komunitas yang mereka cela itu. Demikianlah sikap orang-orang Nazaret terhadap Yesus.
Nazaret adalah kampung tempat Yesus dibesarkan. Orang-orang Nazaret tahu betul siapa Yesus. Mereka tahu di mana rumahnya, siapa orangtuanya dan saudara laki-laki maupun perempuan Yesus. Mereka tahu bagaimana masa kecil Yesus. Itu sebabnya sekalipun ada rasa takjub mereka terhadap pengajaran yang disampaikan-Nya, namun karena mereka merasa mengenal Yesus sebagai orang kampung sendiri, maka lenyaplah rasa takjub mereka itu. Selanjutnya telinga mereka tertutup terhadap kebenaran firman yang disampaikan Yesus dan kebenaran mengenai jatidiri Yesus yang sesungguhnya. Mereka pun kehilangan kesempatan untuk menikmati berbagai mujizat dari kehadiran dan pelayanan Yesus.
Penolakan orang-orang kampung Yesus di Nazaret tidak menyurutkan-Nya untuk menyatakan kebenaran firman dan melayani. Sebaliknya Yesus terus bergiat melayani di berbagai wilayah lain sampai tujuan akhirNya tercapai. Kenyataan ini kiranya menjadi teladan bagi kita untuk memiliki sikap teguh dan tulus dalam melayani. Kemungkinan untuk diremehkan, tidak didukung, bahkan ditolak bisa datang justru dari anggota keluarga, rekan-rekan, atau teman-teman persekutuan sendiri. Hal itu memang menyedihkan dan menyakitkan. Namun seperti Yesus kita pun dipanggil untuk mengerjakan tujuan mulia, bukan menikmati kenyamanan istimewa. Oleh sebab itu kebenaran firman Allah dan kebenaran kasih-Nya melalui Yesus Kristus harus kita nyatakan.
2 Februari 2024
Pdt. Setyo Pranowo
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only
