Sejak awal, manusia dicipta seturut gambar dan rupa Allah. Kita dirancang untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah dan sesama. Namun, dosa telah merusak persekutuan itu hingga mengakibatkan keterpisahan dan perpecahan, baik manusia dengan Allah maupun dengan sesama. Manusia menjadi egois, saling menyakiti, bahkan menyerang satu sama lain. Realita ini juga dialami oleh para murid, setelah kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Mereka berkumpul dengan pintu terkunci karena rasa takut kepada orang-orang Yahudi. Persekutuan mereka terganggu, bahkan ada murid Tomas yang tidak hadir, mungkin mengalami kekecewaan dan hatinya tertutup. Namun, Tuhan Yesus yang telah bangkit tidak tinggal diam. Ia tidak ingin para murid-Nya tercerai-berai, hingga Ia datang untuk memulihkan persekutuan para murid serta memberikan damai sejahtera.

Yesus menunjukkan tanda-tanda pada tubuh-Nya, untuk meyakinkan bahwa Ia sungguh bangkit. Kemudian Ia mengutus para murid serta mengembusi mereka dengan Roh Kudus. Hal ini mengingatkan kita akan saat penciptaan manusia pertama yang ditiupkan nafas kehidupan. Persekutuan yang saling menguatkan para murid ini, kelak akan menjadi berkat baik bagi mereka sendiri dan juga orang lain. Melalui kuasa Roh Kudus, persekutuan murid-murid dipulihkan. Mereka diberi keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan muncul. Bahkan mereka diberi damai sejahtera serta kuasa untuk menyampaikan pengampunan dosa. Begitu pula dengan jemaat mula-mula di Yerusalem, mereka “sehati sejiwa” dan saling berbagi setelah dipenuhi Roh Kudus. Seperti diungkapkan pemazmur, persekutuan yang rukun adalah persekutuan yang diberkati Tuhan. Bagaikan minyak yang meleleh saat pengurapan dan embun yang menghidupi gunung-gunung di Sion. Apabila persekutuan kita dilandasi oleh persekutuan bersama Allah, maka persekutuan kita akan menjadi berkat dan memberkati sesama.

7 April 2024
Pdt. Samuel Christiono
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only

gkbikl
Author: gkbikl

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia Kuala Lumpur

Leave a Reply

Discover more from Gereja Kristen Berbahasa Indonesia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading