(Yohanes 3: 14 -21 )
Upah dosa adalah maut. Artinya seluruh sendi-sendi kehidupan kita mengalami kematian, kehancuran dan kebinasaan. Tidak ada masa depan di dalamnya. Di Keluaran 20:1-17 dikisahkan, Israel memberontak kepada Allah dan berhadapan dengan maut namun tangan kasih Allah terulur menyelamatkan dengan simbol ular tembaga. Kasih setia Allah yang menyelamatkan tidak berhenti sampai di situ, ketika kuasa dosa meluas maka kasih karunia Allah melimpah. Di dalam kasih-Nya yang besar, Ia menyelamatkan dunia melalui pengorbanan putra-Nya Yesus Kristus.
Kasih Allah memulihkan dan memberikan harapan baru bagi dunia, bagi kita. Harapan baru yang menjadi sebuah kesempatan untuk memperjuangkan kehendak Allah di tengah dunia. Memberitakan dan menghadirkan kabar baik (Injil Yesus Kritus) bukanlah hal mudah dan tidak dapat dikerjakan oleh 2 tangan saja. Misi ini adalah misi bersama kita sebagai persekutuan orang percaya agar setiap orang mengambil bagian di dalamnya, dan menyatu di dalam persekutuan yang saling mendoakan. Dunia dengan kehendak dosanya menarik kita untuk menyatu dengan sesama demi memperjuangkan kepentingan diri sendiri namun di dalam Kristus yang menyelamatkan Ia memulihkan relasi kita termasuk relasi kita di antara sesama manusia. Di dalam Kristus, kita terhubung dan menyatu untuk saling menguatkan menghadirkan terang Kristus. Hanya karena kasih karunia Allah, kita dimampukan untuk saling menyatu dan memperjuangkan apa yang baik sebagai tanda hidup dalam pertobatan. Pendosa menjadi pendoa adalah panggilan kita. Pertama-tama sebagai pendosa kita ditebus dalam pengampunan Kristus kemudian kita dipanggil menghidupi panggilan baru sebagai pendoa.
Doa adalah sumber kekuatan kita untuk mengalami Kristus dalam hidup. Di dalam doa, kita bukan saja menaikkan apa yang kita butuhkan namun kita menyatu dalam perjuangan bersama sebagai umat Tuhan untuk menghadirkan terang Kristus. Menyatu dalam doa adalah kekuatan kita untuk menghidupi pertobatan sebab besarlah tantangan dan godaan yang kita hadapi. Marilah kita mengarahkan hati untuk terus menghidupi hidup baru dan menyatukan hati menjadi pendoa yang saling menguatkan
10 Maret 2024
Pdt. Dahlia Vera Aruan
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only
