(Matius 25:14-30)
Berbicara tentang kisah perbudakan, kita pasti akan banyak berjumpa dengan hal-hal memilukan. Betapa tidak, manusia yang diperjualbelikan itu, tidak memiliki hak atas hidupnya sendiri. Hidup mereka tunduk di bawah kendali sang tuan, bahkan nyawa mereka ada dalam kuasa sang tuan yang memilikinya. Betapa tidak berharganya hidup manusia yang dijadikan budak dalam realita yang terjadi.


Bacaan Injil pada Minggu Biasa yang terakhir ini berkisah tentang relasi antara tuan dan hamba-hambanya. Sang Tuan hendak berpergian ke luar negeri dalam waktu tertentu dan akan kembali tetapi tidak diketahui waktunya. Selama sang tuan pergi, para hamba itu dipercaya dengan sejumlah uang yang bernilai besar yakni talenta. Paling sedikit adalah 1 talenta. 1 talenta adalah nilai yang besar, karena 1 talenta sama dengan 6000 dinar. Jika 1 dinar adalah upah orang bekerja 1 hari, maka 1 talenta adalah upah orang bekerja 6000 hari atau selama kurang lebih 16 tahun. Para hamba yang diberi kepercayaan yang besar itu merespon secara berbeda, hamba yang pertama dan kedua menggunakan waktu dengan bertanggung jawab dan dengan setia dan tekun mengerjakan tanggung jawabnya, sementara hamba yang ketiga hanya menggali dan menyimpan kepercayaan yang besar itu.


Firman Tuhan mengajak kita untuk menggunakan waktu yang ada untuk menjad seorang Kristen yang tidak hanya menunggu sang Tuan kembali tanpa melakukan apa-apa Kita belajar dari 2 hamba yang dipuji sebagai hamba yang baik dan setia karena mereka melakukan bagian yang terbaik dan menggunakan waktunya dengan baik. Marilah kita mengisi waktu kita dengan penuh kesetiaan dan ketekunan menggunakan kepercayaan Tuhan dalam hidup kita sehingga hidup kita berkenan di hadapan Tuhan. Amin.


19 November 2023
Pdt. Sari Haswaraningtyas
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only

gkbikl
Author: gkbikl

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia Kuala Lumpur

Leave a Reply