(Matius 22:15-22)
Berbicara tentang berikanlah kepada Allah dengan demikian apakah Allah menuntut kepada ciptaanNya untuk selalu dapat mempersembahkan sesuatu dari manusia kepada Allah ? Kalau saudara mengenal betul siapakah Allah kita, maka saudara akan tahu dan paham benar bagaimana sikap manusia sebagai ciptaaNya kepada Dia. Allah Maha Kuasa dan Maha Kaya, Maha pengasih. Dia tidak membutuhkan apapun dari ciptaan-Nya.
Allah menciptakan manusia untuk menyatakan diriNya bahwa Dia adalah kasih yang ingin mencurahkan kasih itu bagi manusia agar manusia bisa merasakan kasih Allah yang sesungguhnya. Allah bukanlah illah yang membutuhkan sesaji untuk menyatakan eksistensiNya.


Ketika Yesus mengatakan: “……….. berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah,” bukan berarti bahwa Allah itu pribadi yang selalu menuntut sebagai timbal balik apa yang sudah Dia berikan pada manusia. Allah tidak pernah menuntut apa-apa dari manusia, bahkan ketika Dia mengorbankan tubuhNya, darahNya bahkan nyawaNya bagi manusia, Dia sama sekali tidak menuntut dan memperhitungkan semua anugerah pengorbananNya kepada manusia. Allah justru bersukacita ketika manusia mau menerima pemberian kasihNya yang begitu besar untuk keselamatan manusia itu sendiri. Persoalannya adalah apakah sebagai orang yang telah menerima pemberian Allah itu, hati dan perasaan kita tidak berbicara, apakah kita tidak berterimakasih pada Allah ? Saudara tentu ingat 10 orang kusta yang disembuhkan, lalu hanya satu yang datang bersujud berterimakasih dan mempermuliakan nama Tuhan. Orang itu adalah orang Samaria. Dia sadar bahwa kemuliaan itu adalah milik Allah makanya dia datang dan memberikan kembali kemuliaan itu bagi Allah.


Kalau kita sadar bahwa segala yang kita miliki sebenarnya propertinya Allah, maka sudah sepantas dan selayaklah kita berikan apa yang menjadi milik Allah dan kita mengucapkan syukur sudah menikmati apa yang Tuhan berikan kepada kita. Mari kita renungan dan sadari itu, dan puisi terakhir karya Rendra dapat membimbing kita menuju pencerahan.


22 Oktober 2023
Pdt. Jerdi Stevan
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only

gkbikl
Author: gkbikl

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia Kuala Lumpur

Leave a Reply