Site icon Gereja Kristen Berbahasa Indonesia

Menyatu: Bukan Benalu, Bukan Parasit

Hal terpenting dalam kehidupan kristen adalah menyatu dengan Kristus, pokok anggur yang benar. Hanya dengan melekat erat pada Dia, kita dapat mengalami kehidupan sejati serta berbuah melimpah bagi kemuliaan Tuhan. Perumpamaan pokok anggur dan ranting-rantingnya menggambarkan relasi yang sangat erat antara Kristus dan para pengikut-Nya. Sama seperti ranting yang harus menyatu dengan pohon untuk mendapatkan kehidupan, demikian pula kita harus tinggal dalam Kristus agar memperoleh kehidupan yang dipenuhi berkat. Terputus dari Dia membuat kita tak berdaya seperti ranting kering yang hanya layak untuk dibuang dan dibakar. Sayangnya, kita sering tergoda untuk hidup seperti benalu atau parasit yang menggantkan diri pada piha lain demi keuntungan sendiri.

Bahkan kadang bergantung kepada sumber yang salah. Kita terjebak mengejar kemapanan duniawi, kekayaan, status, dan popularitas yang hanya akan menjadikan kita semakin jauh dari kehidupan yang berkenan pada Bapa. Akibatnya, kita mencederai hubungan dengan Sang Sumber Kehidupan itu sendiri. Firman Tuhan mengingatkan kita kepada hakikat sebagai pengikut Kristus. Kita dicipta bukan untuk hidup menumpang atau memeras orang lain, namun untuk menghasilkan buah.

Tinggal di dalam Dia membuat kita mendapatkan makanan yang sehat. Sehingga kita bisa menghasilkan buah-buah yang baik, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Dengan melekat erat pada Kristus melalui doa, perenungan firman dan ketaatan, kita akan mengalami kuasa untuk menghasilkan buah kehidupan yang berkenan bagi Bapa. Buah itu bukan hanya sikap pribadi, tetapi juga pelayanan nyata bagi sesama seperti yang Kristus teladankan.

Sebab dengan mengasihi satu sama lain, di situlah nama Bapa dimuliakan. Mari kita menjaga persekutuan dengan Kristus. Tinggallah di dalam Dia agar kehidupan kita berbuah melimpah, bukan sekedar menumpang atau merusak. Hanya dengan demikian, kita benar-benar menjadi saksi kehidupan kekal yang indah dari Bapa di Surga. Karena di luar Dia, kita tidak akan dapat berbuat apa-apa.

28 April 2024
Pdt. Samuel Christiono
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only

Author: gkbikl

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia Kuala Lumpur

Exit mobile version