Site icon Gereja Kristen Berbahasa Indonesia

Gerak Sang Gembala Menata Kehidupan

Hidup ini penuh dengan berbagai keprihatinan dan penderitaan yang dialami oleh masyarakat di sekitar kita. Kemiskinan, kelaparan, penganiayaan, korupsi, dan berbagai bentuk ketidakadilan lainnya seakan menjadi santapan harian bagi sebagian besar masyarakat. Di tengah situasi yang carut marut ini, Gereja dipanggil untuk tampil dan terlibat dalam menata kehidupan dengan berpijak pada teladan Kristus, Sang Gembala Agung.

Dalam Yohanes 10:11-18, Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Gembala yang Baik yang rela memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Ia mengenal dengan baik setiap domba-Nya dan kasihNya bersifat inklusif, terbuka bagi semua domba, bahkan yang berada di luar kandang-Nya. Gambaran ini menegaskan kembali pengalaman Daud akan pemeliharaan Allah yang digambarkan dalam Mazmur 23 sebagai Gembala yang memenuhi kebutuhan dasar domba-dombanya, memberi rasa aman dan penghiburan. Melalui karya-Nya, Allah bergerak untuk menata kehidupan umat-Nya, memastikan kehidupan tetap terjamin meskipun berada dalam pergumulan berat. Dalam rengkuhan dan pemeliharaan-Nya, umat tidak perlu terjebak ketakutan dan kekhawatiran.

Bercermin pada tindakan Allah, kita dipanggil untuk hadir sebagai gembala yang baik bagi sesama, bukan sebagai gembala upahan yang memikirkan kepentingan sendiri. Kita diminta terlibat menjamin kelangsungan hidup sesama dengan penuh kasih, seperti diingatkan dalam 1 Yohanes 3:16-24. Kasih adalah kebaikan yang dikaryakan dalam tindakan nyata, hadir bagi sesama dengan rela dan senang hati, terutama bagi mereka yang menderita. Sebagai pengikut Kristus yang menggembalakan sesama, kita harus bijaksana dalam menghadapi tantangan seperti teladan Rasul Petrus. Ia tetap penuh keberanian dan kerendahan hati karena dipenuhi kuasa Roh Kudus dan otoritas Kristus dalam melayani.

Gerak Sang Gembala Agung menata kehidupan begitu nyata dalam sepanjang kehidupan kita. Dengan kekuatan kasih, Dia memastikan kehidupan di bumi, terutama umat-Nya, terpelihara dengan baik. Marilah mengarahkan hati pada gerak-Nya, menjadikan tindakan dan karya kita bermakna bagi sesama. Dengan otoritas-Nya, kita dimampukan untuk setia terlibat bersama Dia dalam menata kehidupan di dunia ini. Tuhan memberkati.

21 April 2024
Pdt. Samuel Christiono
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only

Author: gkbikl

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia Kuala Lumpur

Exit mobile version