Site icon Gereja Kristen Berbahasa Indonesia

Menangkap Momentum Hidup

(Markus 1:14–20)

Dalam filosofi Yunani, waktu dibedakan antara Kronos dan Kairos. Kronos (Chronos) dimengerti sebagai waktu yang terus berjalan sesuai kronologi. Datar dan berurutan. Kronos itu dapat kita lihat dalam bulan, hari, jam, dan detik. Kronos dapat kita “kuasai” karena dapat diukur dan direncanakan sampai pada titik presisi. Berbeda dengan Kronos, Kairos (Chairos) dimengerti sebagai waktu yang tidak dapat kita “kuasai.” Sebab Kairos tidak berjalan secara linear seperti kronologi.

Kairos sering dimengerti sebagai kesempatan atau momentum yang kadang tidak terulang. Dalam Alkitab, Kairos sering dibahasakan sebagai waktu yang Allah berikan. Kairos tidak dikuasai manusia, sebab Kairos menjadi intervensi ilahi dalam kronos hidup manusia. Kairos tidak lepas dari Kronos karena momentum itu selalu ada dalam kronologi. Saat Yesus memberitakan mengenai pertobatan dan mencari murid, Simon dan Andreas tidak melewatkan momentum itu. Simon dan Andreas mungkin belum paham apa maksudnya menjadi penjala manusia. Tetapi ada dorongan dari hati mereka yang berbeda pada panggilan Yesus itu.

Undangan Yesus untuk mengikuti-Nya masuk dalam kerajaan Allah menjadi undangan bagi kita juga. Masuk dalam kerajaan Allah bukan hanya sekedar dibaptis, menjadi anggota komunitas gereja, atau aktif pelayanan. Menjadi murid berbeda menjadi pelayan. Menjadi murid berarti mau berproses terusmenerus dalam pertobatan sejati. Hidup penuh komitmen dan berintegritas untuk menghayati nilai-nilai Kerajaan Allah sebagaimana yang Yesus ajarkan. Maka, sudahkah kita menangkap momentum itu?

21 Januari 2024
Pdt. Daniel Kristanto Gunawan
*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only

Author: gkbikl

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia Kuala Lumpur

Exit mobile version