Nilai Diri dan Nilai Kerajaan Allah

(Markus 1:14-20)

Ada seorang pria yang memulai bisnis di sebuah kota. Ia memiliki rekanan sebuah perusahaan di daerah di pinggir kota tempatnya berbisnis. Perusahaan ini merupakan klien yang penting bagi perkembangan bisnisnya. Di suatu waktu manager perusahaan yang memiliki wewenang mengatur keputusan bisnis dengannya menemuinya. Ia mengajak pria tersebut untuk memanipulasi harga pembelian barang sedemikian rupa bagi kepentingan dia dan pria tersebut. Jika ia tidak mau melakukannya maka manager tersebut akan mencari rekanan yang lainnya. Jika saudara ada di posisi pria tersebut keputusan apa yang saudara akan pilih? Tentunya ini bukanlah perkara yang mudah untuk diputuskan. Tetapi setiap keputusan yang kita ambil tentunya ditentukan oleh nilai apa yang kita pegang.

Di dalam kisah Injil, kita juga melihat bagaimana Tuhan Yesus menjumpai para murid dan menyuguhkan sebuah nilai lain yang mereka tidak pernah pikirkan dan tahu selama hidup mereka. Di dalam perjumpaan tersebut Tuhan Yesus menyajikan nilai Injil Allah kepada Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes untuk mereka hidup di dalam nilai-nilai “penjala manusia”. Melalui pemanggilan tersebut Tuhan Yesus sedang menyapa nilai ekonomi (pekerjaan) dan nilai Keluarga. Dengan demikian, mereka yang selama ini hanya fokus untuk satu atau dua nilai tersebut kini diperkaya dengan Nilai Kerajaan Allah yaitu “Menjadi Penjala Manusia”. Melalui panggilan menjadi penjala manusia, Tuhan Yesus sedang memanggil mereka untuk membawa nilai-nilai ekonomi atau keluarga tersebut “mengikuti nilai-nilai kerajaan Allah”.

Saudara yang terkasih, di dalam hidup ini, kita memiliki banyak nilai-nilai hidup. Kita memiliki Nilai tentang materi, pekerjaan, keluarga, kesuksesan, dan lain sebagainya. Nilai-nilai ini kemudian menggerakkan hidup kita, keputusan, dan tindakan kita. Tetapi bagaimana dengan nilai kerajaan Allah? Apakah ia juga menjadi nilai yang kita ikuti dalam setiap keputusan dan tindakan kita? Melalui firman Tuhan hari ini kita diingatkan bagaimana semua nilai-nilai diri tersebut seharusnya bergerak untuk mengikuti nilai-nilai kerajaan Allah. Bagaimana nilai-nilai diri yang kita miliki akhirnya berjalan MENGIKUTI YESUS, BUKAN SEBALIKNYA. Dengan cara inilah, kita diajak menjalani hidup. Dengan cara ini pulalah kita juga MENJADI PENJALA MANUSIA. Menjala nilai-nilai diri banyak orang di sekitar kita agar kemudian di ajak mengikuti nilai kerajaan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus.

24 Januari 2021

Pdt. Rinto Tampubolon

*Untuk Kalangan Sendiri – for Non-Moslem Only

gkbikl
Author: gkbikl

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia Kuala Lumpur

Leave a Reply