“Komunitas yang Bersaksi”

Lukas 24 : 36 -48

LUKAS 24:36-48 terkait dengan 24:13-35. Yesus menampakan diri kepada Kleopas dan kawannya dijalan menuju Emaus. Setelah tahu Yesus bangkit, Kleopas dan kawannya berlari kembali ke Yerusalem menemui para murid. Kleopas bukan bagian dari 12 murid, tetapi ia pengikut yang mengenal dan dikenal Yesus. Ketika para murid mempercakapkan kesaksian Kleopas , Yesus hadir untuk menyakinkan mereka.
Namun murid-murid Yesus terkejut, ragu dan takut, bahkan menyangka yang bukan–bukan. Yesus yang bangkit amat berkuasa. Ia mampu membaca pikiran dan perasaan para murid-murid-Nya. Ia bertanya :”Mengapa kamu ragu?” Lalu Ia menunjukkan luka di tangan dan lambung-Nya dan menjelaskan bahwa Ia bukan hantu. Sejauh itu, murid-murid Yesus belum percaya karena girangnya.
Yesus mengajak murid-murid-Nya makan dan berkata bahwa nubuat para nabi harus digenapi; Mesias harus mati dan bangkit pada hari ketiga. Ia membuka pikiran murid-murid hingga mengerti kitab suci. Lalu Ia mengutus murid-murid itu semua. Ayat 47 berkata, “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini”.
Saksi adalah orang yang melihat dan mengalami kejadian atau mendengar dari sumber utama. Ada saksi yang memberatkan, saksi yang meringankan dan saksi ahli untuk memberi keterangan yang terpercaya. Siapakah saksi itu? Penampakan Yesus kepada Kleopas menunjukkan bahwa Yesus mengutus para murid-Nya dan para pengikut-Nya. Jadi, yang diutus sebagai saksi ialah jemaat Tuhan, termasuk kita.
Yesus mengutus para murid untuk menyampaikan berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa.
Pertobatan dimulai dari kesadaran seseorang bahwa dirinya telah melakukan sebuah kesalahan.Kesalahan itu disesali sebagai tindakan yang tidak berkenan kepada Tuhan dan merugikan sesama. Lalu ia berhenti dan tak lagi melakukan kesalahan serta berbalik arah dengan mulai melakukan yang benar dihadapan Tuhan.
Sedangkan pengampunan dosa terjadi karena anugerah Allah oleh karya Kristus. Ia rela mati untuk menebus dosa kita. Itu yang sedang kita hayati pada masa pasca Paskah ini. Siapa beriman akan selamat. Pengampunan dosa bukan karena kesalehan atau kebaikan. Hidup benar dan saleh serta berlaku baik kepada sesama adalah wujud syukur orang yang telah mengalami berkat kasih karunia-Nya. Itulah kesaksian!
Allah mengasihi manusia seisi dunia. Ia mengutus para murid bersaksi kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Ia juga mengutus kita bersaksi kepada semua orang. Tapi Ia tahu kalau kemampuan kita terbatas, maka Ia memakai orang lain untuk menjangkau orang di tempat lain. Artinya, kita patut memaksimalkan kemampuan menjangkau orang di sekitar kita.
Di pengadilan, saksi disumpah agar berkata kebenaran. Selaku saksi Tuhan, kita harus melakukannya dalam nama Kristus, bukan atas nama pribadi. Maka Kita harus waspada agar hanya mewartakan kebenaran Kristus, sebagai tokoh sentral kesaksian, bukan diri kita. Gereja sebagai tubuh Kristus, juga harus mengutamakan otoritas Kristus sebagai Kepala Gereja, bukan lembaga atau organisasi.Selamat menjadi saksi Kristus.(UT)15April2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.