“Komunitas yang Dipulihkan dan Diutus”

Yohanes 20: 19 – 31

APAKAH “dipulihkan” dan “diutus” punya arti berbeda? Sesungguhnya, dua kata itu memang berbeda arti, namun memiliki kesatuan makna. Kita bisa membayangkan seperti hendak bepergian jauh menggunakan kendaraan, tentu kita akan terlebih ke bengkel untuk melakukan “perbaikan”. Setelah kondisi kendaraan benar-benar oke, tidak ada komponen yang rusak, barulah kita “menggunakan” tanpa kuatir. Begitu pula, bila raja hendak mengutus panglima ke medan laga, tentu harus memilih orang yang bisa diandalkan. Jika panglima sedang cidera, ia harus lebih dulu diobati agar layak diutus berperang. Continue reading “Komunitas yang Dipulihkan dan Diutus”