Anugerah Allah Yang Memberi Kehidupan

Yohanes 3 : 14 – 21

Kemana arah perjalanan kita setiap hari, kehidupan atau kematian? Apakah kita di tepi jurang maut? berapa kecepatan mobil anda di dalam kota tiap hari, persentase kecelakaan kerja, banyaknya alkohol, rokok, obat-obatan resiko tinggi, yang anda konsumsi tiap hari? … atau hidup tenang damai, penuh tanggung-jawab, pola hidup sehat, berhati-hati semampu kita, serta memberi diri bagi sesama?

Tekanan terhadap kehidupan juga muncul dari berbagai arah, seperti kekerasan, diskriminasi, bullying, intimidasi, peperangan, dll. Bahkan pada 10 peringkat tertinggi bunuh diri di Asean (data Kompas dari WHO tahun 2016. Thailand tertinggi, 13,1 %), Indonesia (3,7 %) di peringkat 8 dan Malaysia (2,6) di peringkat 9. Paus YP II menyampaikan bahwa budaya kematian (segala sesuatu yang berlawanan dengan kehidupan, melanggar keutuhan pribadi, dan melukai martabat manusia) mencoreng peradaban manusia serta bertentangan dengan kemuliaan Sang Pencipta, namun bagaimana mengantisipasinya ?

Dilihat sepintas, dunia membawa kita ke persimpangan, kematian yang mengerikan, atau kehidupan yang indah untuk dinikmati. Kematian berawal dari rintangan yang menguji dan jika kita gagal mengantisipasinya, maka kita akan frustrasi, celaka, terjungkal dan kandas. Sementara kehidupan adalah berbagai kenikmatan memuaskan yang teramat sayang dilewatkan, bukankah hidup hanya sekali? Namun jika ditelusuri lebih lanjut, kenikmatan inipun semu. Berawal dari tawaran pemuasan nafsu, berujung kehausan yang mematikan. Namun paradigma kehidupan yang identik dengan kenikmatan ini sudah tertancap mati. Kepuasan dan kenikmatan adalah minuman dalam cawan kehidupan yang mesti direguk habis !

Hati Allah hancur menyaksikan keterjebakan kita, seperti saat Yesus berbincang dengan Nikodemus. Sebagai seorang Farisi sekaligus pengajar Israel, Nikodemus tidak memahami arti kelahiran kembali (Yoh. 3:3,10). Konsep ‘kehidupan ala dunia’ harus diganti dengan ‘kehidupan kekal’ versi Kristus (Yoh. 3:16), sebagai kehidupan sejati. Allah menawarkan anugerah kehidupan, melalui kasih, pengampunan, keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.

Kehidupan sejati dimulai dengan kelahiran kembali dan dilanjutkan dengan hidup dalam terang. Kelahiran baru adalah percaya dan mempercayakan diri kepada Kristus, sebagai Anak Allah yang diutus untuk menyelamatkan dunia. Sebagai orang berdosa, kita telah berada di bawah hukuman kekal, dan tak mungkin dapat menyelamatkan diri. Kita pasti binasa dalam penghukuman. Namun Allah yang seharusnya menghukum kita, justru mau menyelamatkan kita. Dia bukan hanya mau menyelamatkan kita, namun juga mampu. Dia sanggup melepaskan kita!

Namun menyelamatkan kita bukanlah sesuatu yang mudah dan murah, karena pembebasan hukuman hanya bisa dilakukan jika ada yang menggantikan. Ini berarti untuk menebus kita, dia harus mati menggantikan kita. Kini setelah Dia bersedia menggantikan kita, harus ada konfirmasi apakah kita mau digantikan? Jika kita tidak bersedia, tentu Dia tetap tidak bisa menggantikan kita. Maka ada dua hal penting: apakah kita percaya bahwa dia mampu menggantikan penghukuman kita, dan apakah kita bersedia (mempercayakan diri) untuk digantikan?

Jika proses penggantian hukuman telah dilakukan, maka kita menjadi orang merdeka. Namun sebagai manusia yang pernah berdosa, kita dibayangi masa lalu kita yang kelam. Dengan berbagai cara dosa itu mengejar, menggoda dan mengintimidasi, agar kita kembali melakukannya. Jika pada dasarnya kita menyukai kegelapan, dan kita tidak benar-benar meninggalkan dan membencinya, maka kita akan kembali mengulang masa lalu. Kristus bukan hanya menggantikan penghukuman kita, namun Dia juga mau mengubah hidup kita, sehingga kita menerima kehidupan sejati. Mari kita mengisi hidup kita dengan kebenaran-kebenaran-Nya, bahkan menjadi terang yang membawa orang yang hidup dalam kegelapan untuk menikmati kehidupan sejati di dalam Kristus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.