“TUHAN HADIR DI TENGAH HIDUP YANG GETIR”

Markus 1 : 29 – 39

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,
Saya ingat jelas jawaban ibu kami setiap kami pamit sekolah sambil meminta doa agar soal ulangannya hari itu mudah-mudah. Ibu kami pasti menjawab, bukan minta soal yang mudah, tak mengapa soalnya sulit yang penting minta Tuhan memberi kemampuan kamu menjawab, mengerjakan soal2 dengan benar. Kalau minta soal yang mudah, maka kamu tidak tambah pinter. Hmmm betul juga yah bahwa yang utama adalah kemampuan mengerjakan dan menyelesaikannya dengan baik, bukan soal minta soal yang mudah. Bahkan dengan soal yang sulit maka kemampuan kita terasah sekaligus teruji dan terlebih lagi dapat merasakan kehadiran Tuahn dengan memberi kemampuan mengerjakan soal yang sulit.
Demikian juga dengan hidup kita. Kita lebih suka meminta supaya tidak mengadapi situasi sulit. Kita mau yang mudah-mudah saja. Kenyatannya ada banyak hal yang membawa kita dalam situasi hidup yang sulit, getir. Dan saat kita mengalami itu, kita protes kepada Tuhan seolah Tuhan keliru membiarkan kita menghadapi situasi sulit, getir. Kita mempertanyakan keberadaan Allah saat kita menghadapi situasi yang menyusahkan, menyengsarakannya, atau menghadapi jalan buntu. Kita memprotes Allah dan menganggap Allah tidak becus menyatakan kemahakuasaan dan kemaha-kasihan-Nya kepada umat-Nya. Kita juga menghakimi Allah sebagai Allah yang tidak adil, Allah yang kuasanya tidak lebih besar dari situasi sulit yang sedang kita hadapi. Menghakimi Allah sebagai Allah yang tidak peduli kepada kita.
Bacaan injil kita dari Markus 1: 29-39 nampak jelas kepedulian Allah Bapa kita di dalam Yesus. Kepedulian Tuhan yang dinyatakan dengan kemahakuasaan-Nya. Kehadiran Tuhan bagi banyak orang bahkan seluruh penduduk kota Kapernaum di tengah penderitaan sakit, kehidupan yang tidak baik/getir karena dirasuk setan. Bukan hanya di kota Kapernaum tetapi Yesus sengaja pergi ke tempat, kota2 lain untuk hadir dan membawa kabar baik buat semua orang tanpa lelah. Yesaya 40: 29 menggambarkan Allah yang hadir di tengah kegetiran hidup umat-Nya dengan memberi kekuatan kepada yang lelah, menambah semangat kepada yang tiasa berdaya, sehingga umat-Nya bisa terus berlari, tidak menjadi lesu dan berjalan menapaki hidup yang getir tanpa menjadi lelah. Wah pokoknya Tuhan hadir dan membawa kesanggupan dan kemenangan kepada umat-Nya dalam menghadapi hidup yang getir. Semangat kita pasti bisa mengatasi hidup yang getir karena Tuhan hadir bagi kita.
Dan harus tetap dapat diingat seperti renungan kita hari ini, dalam ayat yang ke 32, dikatakan bahwa “dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan”. Tetapi kita dapat melihat dalam ayat 34 dikatakan “Ia menyembuhkan banyak orang”. Dari kedua ayat ini dapat dilihat bahwa ada mistery Allah yang maha kuasa, dari kata “SEMUA” dan “BANYAK”. Dalam tulisan ini disampaikan bahwa banyak itu belum tentu semua. Untuk itu tetaplah menaruh pengharapan yang teguh didalam Tuhan. Terpujilah Tuhan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.