“Serukan Berita Pertobatan”

Markus 1 : 14 -20

Dalam tradisi gereja Non Mainstream tertentu, tugas seorang hamba Tuhan bisa otomatis diteruskan oleh isteri dan anak–anaknya. Artinya bila seorang pendeta meninggal, maka sang isteri dan anak-anaknya dapat meneruskan tugasnya sebagai pendeta walaupun tanpa studi di STT (Sekolah Tinggi Theologia)) atau hanya ikut kursus Alkitab setahun. Pokoknya yang bersangkutan mau dan bisa bicara tentang Alkitab. Kita sebut saja dengan istilah SUKSESI PELAYANAN. Dalam tradisi gereja Mainstream, tugas pelayanan sebagai pendeta tidak otomatis dari keluarga pendeta (bahkan banyak anak pendeta tidak mau mengikuti jejak orang tuanya). Mengapa? Sebab dalam tradisi dan tata gereja dan tata laksana diatur demikian. Tugas seorang pendeta dapat diterima siapa saja yang “terpanggil” dan mau belajar di STT selama 5 tahun serta mengikuti Bina Kader yang diprogramkan oleh Sinode. Tak cukup itu semua, seandainya calon pendeta telah menyelesaikan studinya, namun ia tidak diterima oleh jemaat, maka ia pun tidak bisa melayani sebagai pendeta jemaat. Dengan demikian, dimana anggota keluarganya “terpanggil” untuk meneruskan tugas ayahnya, namun tidak studi di STT, maka ia tidak bisa diterima dikalangan mainstream.
Dalam kitab Markus 1 : 14 – 20, kita melihat dua hal.
Pertama, Yesus memanggil para muridNya berdasarkan KEINGINAN dan KERINDUAN mereka untuk menjadi seorang murid yang melayani. Ini kita sebut dengan “Panggilan”. Artinya, mereka tidak dipersiapkan untuk studi terlebih dahulu selama 5 tahun di STT. Hal ini, bukan berarti program gereja mainstream yang mengharuskan studi di STT bagi calon pendeta adalah SALAH ATAU BERTENTANGAN dengan cara Yesus memanggil. Tentu kita tahu, jaman Yesus belom ada sekolah tinggi, khususnya Theologia. Kita kembali lagi pada pokok panggilan yang Yesus lakukan adalah “Panggilan” itu. Tanpa motivasi “Panggilan“ itu, maka seseorang yang bekerja bisa tidak maksimal karena terpaksa, menggerutu. Dia putus di tengah jalan.
Kedua, Yesus memanggil para muridNya bukan dari keturunan golongan Farisi atau Ahli Taurat yang pintar dengan undang-undang dan kitab suci. Bukan juga dari keturunan Herodes, pejabat, penguasa dan orang kaya yang mungkin terpandang dan terhormat. Justru sebaliknya, Yesus memanggil dari kelompok arus bawah, kelompok marginal yaitu NELAYAN. Mereka tidak punya uang, tidak punya kedudukan. Mereka bukan orang yang pandai ataupun terpelajar. Justru Yesus mulai dari orang–orang kecil yang sering tersingkir dan disingkirkan. Kisah Para Rasul 4 : 13, “ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.” Orang–orang yang dipanggil Yesus bermodalkan semangat dan kuasa Roh Kudus.
Siapapun dan apapun kondisi saudara dan saya, Allah siap memanggil untuk memberitakan Kerajaan Allah yang sudah dimulai dan ada dalam Yesus. Kerajaan Allah yang sudah ada dan dimulai dengan hadirnya Yesus, maka itu sangat berarti bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan dan yang tenggelam dalam kenikmatan duniawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.