“BERTEMU TUHAN, BERSAKSI BAGINYA”

Yohanes 1: 43 – 51

Seandainya kita diundang oleh presiden, bagaimana reaksi atau sikap kita? Tentunya perasaan kita seperti nano-nano, ada asam, asin dan manis. Kita punya perasaan tegang, bangga, senang dan heran. Kita mempersiapkan diri untuk bangun pagi-pagi, ke salon untuk sanggul rambut (khusus kaum wanita). Setelah bertemu, tentunya dengan bangga kita ceritakan atau saksikan kepada teman-teman kita. Kita bercerita mulai dari persiapan bertemu presiden, soal suasana istana, makanan yang disantap bahkan apa yang diperbincangkannya. Apalagi presiden tersebut adalah presiden yang akrab dengan warga. Terasa mesra tanpa protokoler yang ribet seperti presiden yang dulu-dulu.

Andreas, salah seorang yang berjumpa dengan Yesus (Mesias, bhs. Ibrani. Kristus, bhs Yunani. Artinya sama: Raja yang diurapi) merasa bangga luar biasa (Yoh.1: 41). Mengapa? Sebab Mesias adalah tokoh “misteri” yang sangat dinanti-nantikan umat. Tokoh Mesias ini tampil tidak dipublikasikan. Ternyata Andreas berjumpa dengan tokoh Mesias tsb. Pertanyaannya, mengapa umat Israel sangat mendambakan tokoh Mesias tsb? Bagi umat Israel, tokoh Mesias ini sangat penting, karena Sang Mesias bisa membebaskan umat Israel dari penderitaan ekonomi dan penjajahan bangsa Romawi . Tentunya sangat kita paham dan ketahui bahwa hidup dalam penjajahan sangat menderita dan menyakitkan.

Perjumpaan Andreas dengan Yesus sebagai tokoh Mesias, bukan semata perjumpaan secara fisik, tetapi juga seluruh kehidupannya. Oleh sebab itu, Andreas bangga, sukacita serta menceritakan kepada Petrus. Begitu pula pengalaman Filipus yang berjumpa dengan Yesus. Filipus menceritakannya kepada Natanael (Yoh.1: 43 – 47). Untuk meyakinkan Natanael, Filipus mengutip cerita yang disampaikan kitab Musa (Yoh.1: 45). Lewat perjumpaan satu demi satu, maka tersebarlah pemberitaan tentang Yesus di mana-mana.

Setiap kita punya pengalaman suka dan duka bersama Tuhan. Pengalaman inilah yang kita sebut perjumpaan dengan Tuhan. Mungkin kita pernah merasakan pertolongan Tuhan pada saat “jatuh”. Inilah yang kita sebut sebagai kasih karunia Tuhan, di saat-saat kita tidak berdaya, maka Tuhan telah menyediakannya. Rasa sukacita dan bangga yang luar biasa, ada dalam diri kita. Kita tidak pernah letih dan lelah untuk menyampaikan kebaikan Tuhan dalam hidup kita kepada orang lain. Bahwa Tuhan itu baik. Kasih setiaNya tak pernah berubah, kini dan selamanya.

Marilah kita ceritakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita bagi setiap orang.

Tuhan Yesus Memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.