“BERTEMU TUHAN, BERSAKSI BAGINYA”

Yohanes 1: 43 – 51

Seandainya kita diundang oleh presiden, bagaimana reaksi atau sikap kita? Tentunya perasaan kita seperti nano-nano, ada asam, asin dan manis. Kita punya perasaan tegang, bangga, senang dan heran. Kita mempersiapkan diri untuk bangun pagi-pagi, ke salon untuk sanggul rambut (khusus kaum wanita). Setelah bertemu, tentunya dengan bangga kita ceritakan atau saksikan kepada teman-teman kita. Kita bercerita mulai dari persiapan bertemu presiden, soal suasana istana, makanan yang disantap bahkan apa yang diperbincangkannya. Apalagi presiden tersebut adalah presiden yang akrab dengan warga. Terasa mesra tanpa protokoler yang ribet seperti presiden yang dulu-dulu. Continue reading “BERTEMU TUHAN, BERSAKSI BAGINYA”