“TUNAS PENGHARAPAN”

(Markus 13 : 24 – 37)
Oleh: Pdt. Untari Setyowati

Saudara yang dikasihi Kristus,
Dalam salah satu seni pengenalan pada dunia tumbuhan, sungguh menarik saat nara didik diajak membuat tauge (toge) langsung dari kacang hijau. Menarik, bukan hanya pada biji kacang hijaunya, tetapi lebih pada proses nara didik yang penasaran dengan tumbuhnya tunas dari biji kacang hijau tersebut. Tiap hari dilihat, tiap hari ditengok, dan mereka merasa tidak ada bedanya… hingga jenuh sendiri, dan lupa melihat pertumbuhan toge tersebut. Dan saat lupa itulah, biji kacang hijau sudah bertumbuh, mengeluarkan tunas daun serta bisa dilihat bentuk togenya. Nara didik yang bosan bisa lupa dan melupakan biji kecambah tersebut. Namun ada sosok yang senantiasa memperhatikan dan mengijinkan biji tersebut untuk hidup dan bertumbuh. Sosok itu adalah Tuhan Allah sendiri, Sang Pencipta dunia dan segala isinya.
Gambaran tunas dan nara didik, adalah gambaran pengharapan akan kedatangan Tuhan dan sikap umat Tuhan dalam penantian akan kedatangan hari Tuhan atau akhir jaman. Tentu kita sering mendengar cerita-cerita tentang betapa menakutkannya akhir jaman, dengan gambaran: perang antar manusia, yang merupakan simbol kehancuran manusia; kegelapan atas matahari dan bulan yang merupakan simbol kehancuran alam semesta; dan orang-orang Yahudi dari empat penjuru dunia dikembalikan ke Palestina menjadi simbol pemulihan. Padahal hari Tuhan, tak seorang pun yang tahu, hanya Tuhan yang tahu, suatu misteri ilahi yang tak bisa dihitung secara matematis oleh manusia! Karena esensi hari Tuhan bukan pada kepandaian manusia berhitung, tetapi pada kesiapan umat Tuhan menghadapi hari tersebut, tanpa terlena, tetap waspada- berjaga-jaga, dan tetap bertumbuh di tengah arus dunia.
Sebagaimana Markus 13:28 meminta umat memperhatikan tunas dari pohon ara, di mana umat pada masa lalu dengan mudah bisa menebak musim panas akan segera datang, maka kita pun diminta untuk tetap punya pengharapan akan masa depan yang penuh pengharapan. Tumbuhan toge, dilupakan oleh manusia sebagai pemeliharanya saja tetap bertunas, karena tumbuhnya tunas berasal dari Tuhan, sebagai lambang kehidupan. Maka umat pun diminta untuk terus bertahan dalam hidup ini. Terus berjuang melaksanakan tugas-tugas mulia Allah untuk mendatangkan damai sejahtera dalam dunia.
Memasuki Minggu Adven 1 ini, sebagai masa pengharapan dan penantian akan kehadiran Tuhan di dunia, mari Saudara, kita tetap berkarya di tengah dunia yang penuh carut marut dan dingin. Jadilah pribadi yang meneduhkan dan menghangatkan, menjadi pribadi yang memiliki pengharapan, sehingga kehidupan di sekitar kita ikut teduh, hangat dan penuh pengharapan. (US)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.